Powered By Blogger

Kamis, 07 April 2011

Proposal Skripsi

“PEMBELAJARAN RUMUS-RUMUS SEGITIGA DALAM TRIGONOMETRI SALAH SATU UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA”
A.    Latar Belakang
Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam memahami dan mengerti serta dapat menganalisis dengan baik unsur-unsur yang ada dalam rumus-rumus Matematika.
Banyaknya rumus-rumus yang harus dikuasai oleh siswa dalam mempelajari setiap materi matematika, pada saat yang sama siswa juga harus menguasai rumus-rumus sebelumnya, sehingga tidak heran jika banyak siswa yang mengeluh ketika belajar matematika. Diantara materi matematika yang memeliki rumus-rumus cukup banyak adalah trigonometri. Salah satu rumus-rumus dalam trigonometri adalah Rumus Segitiga yaitu: aturan sinus, aturan cosines, luas segitiga, lingkaran dalam, luar, dan singgung segitiga.
Oleh karena itu, penanaman konsep Rumus-rumus segitiga dalam trigometri harus kuat dan mendalam, sehingga tidak mudah lupa atau hilang. Apalagi kurikulum saat ini yaitu kurikulum KTSP menuntut agar siswa maupun Gurunya aktif dalam Proses belajar dan Mengajar, misalnya dalam pengerjaan latihan soal-soal yang sulit diharapkan yang mampu mengerjakan tidak hanya Gurunya saja, tetapi juga siswanya. Disinilah bentuk dari suatu pembelajaran materi trigonometri khususnya rumus-rumus segitiga dalam trigonometri yang mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.
Setelah menyelesaikan suatu proses belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan pembelajaran rumus-rumus segitiga tersebut, perlu adanya kerjasama antara Guru dan peneliti yaitu dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Proses PTK ini memberikan kesempatan kepada peneliti dan Guru untuk mengidentifikasi masalah-masalah pembelajaran disekolah, sehingga dapat dikaji, di tingkatkan, dan di tuntaskan.
PTK ini difokuskan pada materi matematika, yaitu “pembelajaran rumus-rumus segitiga dalam trigonometri meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri Ploso”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, disampaikan permasalahan sebagai berikut:
1.      Siswa belum mengetahui secara mendalam tentang rumus-rumus segitiga dalam trigonometri, seperti aturan sinus, aturan cosines, luas segitiga, lingkaran dalam, luar, dan singgung segitiga. Sehingga perlu suatu pembelajaran yang benar-benar memperdalam materi tentang rumus segitiga dalam trigonometri untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.




C.     Tujuan Penelitian
PTK ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimanakah pembelajaran rumus-rumus segitiga dalam trigonometri yang mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri Ploso.

D.    Hipotesis
Sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian, maka hipotesis sementara yang teruji adalah:
“Dengan Pembelajaran rumus-rumus segitiga dalam trigonometri ternyata siswa mampu meningkatkan prestasi belajarnya”

E.     Manfaat Penelitian
1.      Bagi Siswa
Setelah dilakukannya penelitian tentang pembelajaran rumus-rumus segitiga dalam trigonometri, siswa lebih paham dan mengerti tentang materi rumus-rumus segitiga dalam trigonometri, sehingga akan lebih meningkatkan prestasi belajarnya.
2.      Bagi Guru
Setelah dilakukannya penelitian tentang pembelajaran rumus-rumus segitiga dalam trigonometri, guru akan lebih meningkatkan PBM di dalam kelas, serta pemilihan metode belajar yang sesuai, khususnya Guru mata pelajaran matematika.

3.      Bagi Sekolah SMA Negeri Ploso
Sebagai informasi dan referensi tentang teknik penanaman konsep Rumus-rumus Segitiga dalam trigonometri.

F.      Kajian Pustaka dan kerangka berpikir
1.      Kajian Pustaka
a.       Hakekat Belajar dan Pembelajaran
Apabila sebuah pertanyaan dilemparkan, apakah belajar itu ? Maka jawaban atas pertanyaan itu pasti beraneka ragam.Perbedaan jawaban dan pendapat orang tentang arti belajar itu karena pada kenyataannya perbuatan belajar memang bermacam-macam.
Menurut kebanyakan orang, belajar itu identik dengan menuntut ilmu pengetahuan. Sehingga segala kegoatan seperti meniru ucapan kalimat, mengumpulkan perbendaharaan kata dan fakta-fakta, mengukur, dan sebagainya, disepakati banyak orang sebagai perbuatan belajar. Namun tidak semua aktifitas yang dilakukan dapat disebut sebagai perbuatan belajar, seperti melamun, marah, menikmati hiburan dan lain-lain.
Dengan demikian, kegiatan belajar akan selalu dialami oleh manusia sepanjang hayat, baik secara sadar atau tidak,dan setelah belajar akan diperoleh perubahan-perubahan yang merupakan hasil dari pengalaman-pengalaman belajar, seperti yang dikemukakan oleh Cornbach (dalam Rina Yuliani, 2003) sebagai berikut : “Learning is shown change in behavior as result of experience”
Sesuai dengan tinhkat perkembangan jiwa/intelektual anak, waktu dan fasilitas muncul bermacam-macam rumusan tentang teori belajar.
Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang baik perubahan yang berupa pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan , maupun perubahan-perubahan aspek-aspek lain yang ada pada diri individu yang belajar, menurut Nana Sujana (dalam Kajian, 2003)
Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru hasil dari pengalaman dan latihan, menurut Oemar Hamalik (dalam Kajian, 2003)
Dari paparan definisi-definisi belajar diatas dapat disimpulkan bahwa belajar diorientaasi pada perubahan tingkah laku, yaitu perubahan yang terjadi karena usaha yang bersifat disengaja, kontinu, fungsional, bersifat positif dan aktif serta terarah. Jadi belajr bukanlah sekedar hanya untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tetapi lebih jauh lagi, yaitu sebagai pengembangan intelektual dan emosional secara optimal untuk mendapatkan kemampuan dalam menghadapi situasi yang baru. Dengan demikian seorang yang sedang belajar diharapkan dapat mengerti masalah dan pemecahannya seta dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata pembelajaran dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti cara, proses menjadikan orang atau mahluk hidup belajar. Sedang kan menurut Iwan Junaidi (2001:2) pembelajaran berarti proses membuat orang untuk belajr. Dan menurut Udin Saripudin Winata putra (1991:2) pembelajaran berarti proses membuat orang melakukan belajar sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berarti sebuah kegiatan atau proses menjadikan seseorang belajar dengan disengaja dan mengikuti rancangan kegiatan yang sudah ditetrapkan.
Jadi pembelajaran matematika adalh sebuah kegiatan atau proses menjadikan seorang sisiwa belajar matematika yang dilakukan dengan sengaja dan mengikuti rancangan kegiatan belajar mengajar yang sudah ditetapkan oleh guru mata pelajaran matematika.
b.      Trigonometri
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, “ trigon “ yang berarti segitiga dan ”metron” yang berarti ukuran. Menurut asalnya, trigonometri adalah cabang dari ilmu yang mencoba menyelidiki gerak benda ruang angkasa, seperti matahari, bulan, bintang serta menghitung memperkirakan posisinya.
Trigonometri terdiri dari sub pokok bahasan: perbandingan Trigonometri, perbandingan Trigonometri sudut berelasi, grafik fungsi Trigonometri dan persamaan Trigonometri serta aturan sinus, kosinus dan luas segitiga, lingkaran dalam, luar dan singgung segitiga.

Rumus-rumus segitiga terdiri dari: aturan sinus, aturan cosinus, luas segitiga, lingkaran dalam, luar, dan singgung segitiga.
1)      Aturan sinus
                                                                         =  =
                                                                 
2)      Aturan cosines
a2 = b2 + c2 – 2.b.c cos A
b2 = c2 + a2 – 2.c.a cos B
c2 = a2 + b2 – 2.a.b cos C
3)      Luas Segitiga
a.       Jika diketahui panjang 2 sisi dan besar sudut yang diapit oleh kedua sisi

L = ½ b.c sin A
L = ½ a.b sin C
L = ½ a.c sin B
b.      Jika diketahui 2 sudut dan 1 sisi yang terletak diantara kedua sudut tersebut
L =
L =
L =

c.       Jika diketahui ketiga sisinya
L =   ; s =  (a + b + c)
4)      Lingkaran dalam, luar, dan singgung segitiga
1.      Dilukis dari perpotongan garis bagi
r dalam =
2.      Dilukis dari perpotongan garis sumbu
r luar =  =  =  =
Dengan L =   ; s =  (a + b + c)
3.      r singgung AB =
r singgung AC =
r singgung BC =
2.      Kerangka Berpikir
Keberhasilan proses belajar mengajar khususnya pada pembelajara  matematika dapat dilihat dari tingkat pemahaman dan penguasaan materi. Keberhasilan matematika dapat diukur dari kemampuan siswa dalama memahami dan menerapkan berbagai konsep untuk memecahkan masalah.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu alternative yang dapat dilakukan untuk mengenai masalah-masalah yang menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam memahami konsep pada pembelajaran matematika dan untuk mengetahui usaha dalam mengatasinya.
Prosedur PTK ini merupakan siklus dan dilaksanakan sesuai perencanaan atau perbaikan dari perencanaann tindakan terdahulu. Dalam penelitian ini diperlukan evaluasi awal sebagai upaya untuk fakta-fakta yang dapat digunakan untuk melengkapi; kajian teori yang ada untuk menyusun perencanaan tindakan yang tepat agar pemahaman konsep dapat digunakan.
G.    Metode Penelitian
1.      Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) sebagaimana dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto yang terdiri dari ; a) perencanaan (planning ), b) pelaksanaan (action), c) observasi, d) refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri dari beberapa siklus yang bertujuan untuk mengetahui atau mengukur tingkat prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
2.      Subyek dan Lokasi Penelitian
a.       Subyek
Subyek dalam penelitian ini adalah Siswa SMA Negeri Ploso yang berjumlah 33 siswa, yang terdiri dari 16 laki-laki, dan 17 perempuan.
b.      Lokasi penelitian
Lokasi penelitian ini adalah di SMA Negeri Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang yang mana peneliti memilih SMA Negeri Ploso untuk dijadikan lokasi penelitian karena letaknya yang strategis dan terletak ditengah-tengah kota sehinga mudah untuk dijangkau oleh para siswa.
3.      Teknik Pengumpulan Data
a.       Metode Observasi
Observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara teliti dan sistematis (Suharsimi Arikunto, 1998 : 28). Observasi dijadikan sampel untuk mendapatkan gambaran secara langsung kegiatan belajar siswa dikelas. Sehingga data observasi diperoleh secara langsung dengan jalan melihat dan mengamati kegiatan siswa, dengan demikian data tersdebut dapat bersifat objektif dalam melukiskan aspek-aspek kepribadian siswa menurut keadaan yang sebenarnya serta didalam menyimpulkan hasil penelitian tidak berat sebelah atau hanya menekankan pada salah satu segi saj dari kemampuan atau prestasi matematika siswa.
b.      Metode Tes
Suharsimi Arikunto (1998:139) mengatakan “metode tes adalah pertanyan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mrngukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”. Dalam penelitian ini di ujikan pembelajaran  yang berguna untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa didalam memahami materi.

c.       Teknik Analisis
Pada esensinya kegiatan pengumpulan dan analisis data adalah proses yang saling berkaitan erat, dan harus dilakukan secara bergantian (siklus). Data di analisis sejak tindakan pembelajaran dilaksanakan dan dikembangkan selama proses refleksi sampai sampai proses penyusunan laporan


H.    Jadwal Penelitian
No
Kegiatan
Minggu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
Perencanaan











2
Kesepakatan mengajar











3
Proses pembelajaran










4
E valuasi











5
Pengumpulan data










6
Analisis data










7
Penyusunan hasil










8
Pelaporan hasil











           
I.       Daftar Pustaka
Arikunto, S. 2006. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.


Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar mengajar. Jakarta. Bumi Aksara

Yuliani, Rina. 2003. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Pelita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar